Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak pengusaha nasional untuk lebih agresif menjajaki pasar timur tengah, terutama meningkatkan ekspornya ke Qatar, yang baru-baru ini ditimpa blokade oleh beberapa negara Arab.

“Kadin siap memfasilitasinya, tak terkecuali juga peluang bisnis dan ekspor ke Qatar,” ujar Ketua Komite Tetap Timur Tengah Kadin Indonesia, Fachry Thaib dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/8).

Dia menerangkan, beberapa negara Timur Tengah yang berpotensi menjadi pangsa ekspor barang Indonesia di antaranya Arab Saudi, Iraq, Iran, Jordania, Bahrain, Kuwait dan Qatar.

Baca juga: Bantu Perluas Pemasaran, Kadin Jabar Dorong Peningkatan Ekspor Produk Lokal

Selain itu ada juga Palestina serta negara-negara Timur Tengah anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Lebih jauh dia menjelaskan, agar pengusaha Indonesia dapat melihat peluang dibalik krisis yang menimpa Qatar saat ini.

“Qatar ini sedang dikucilkan oleh blokade oleh beberapa negara Arab. Dalam kesempatan itu, kami melihat bagaimana mengambil peluang ini,” kata Fachry.

Fachry menuturkan, akhir Agustus ini pihaknya akan mengembangkan tim untuk melakukan penjajakan ekspor ke Qatar, setelah pekan lalu melakukan pertemuan dengan sekitar 73 pengusaha yang berminat melakukan misi dagang.

Beberapa di antara para pengusaha itu, juga terdapat enam BUMN termasuk PT Semen Indonesia dan sejumlah BUMN konstruksi.

“Qatar sangat butuh barang-barang yang berkaitan dengan konstruksi karena mereka sedang membangun untuk persiapan Piala Dunia 2022. Tapi karena ada blokade, mereka butuh material bangunan dan bahan makanan dan lainnya” kata dia.

Potensi Ekspor ke Qatar Sangat Besar
Hendra Hartono, Presiden Indonesia-Qatar Business Council, mengatakan potensi ekspor ke Qatar sangat besar mengingat negara tersebut tengah melakukan pembangunan.

“Untuk Piala Dunia 2022, mereka menyiapkan US$22 milyar untuk membangun fasilitas stadion. Ada lima yang akan dibangun, itu butuh material besi, semen yang ada di Indonesia. Itu yang kita perjuangkan agar produk kita bisa diikutsertakan,” tuturnya.

Karena tertimpa blokade, peluang Indonesia untuk mengekspor kebutuhan lain menjadi cara mendorong ekspor.

“Ada 10 barang yang dibutuhkan seperti kertas, makanan jadi, kaos dalam, mesin jahit, briket, ikan segar, ayam potong juga obat-obatan. Itu di luar produk utama yang biasa diekspor,” ujarnya.

Sepanjang 2016 nilai ekspor Indonesia ke Qatar mencapai US$900 juta. Hingga pertengahan 2017, nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai sekitar US$700 juta.

Sumber Gatra.com