Indonetwork, Peralatan Industri – Pernahkah Anda melihat sushi yang dijalankan dengan conveyor belt yang mengitari meja-meja pelanggan? Atau pada saat Anda akan masuk bandara atau gedung perkantoran, lalu Anda perlu memeriksakan tas Anda melewati sebuah mesin menggunakan ban berjalan?

Keduanya menggunakan alat yang sama, yaitu conveyor belt. Alat ini berbentuk memanjang dan dapat memutar. Prinsip kerjanya mirip dengan eskalator. 

Alat ini telah digunakan sejak tahun 1800an dan awalnya digunakan untuk mengangkut barang-barang tambang. Seiring berjalannya waktu, alat ini pun mulai digunakan di banyak industri, bahkan  untuk kegiatan sehari-hari.

Apa Itu Conveyor Belt?

Conveyor belt industri

Conveyor belt, atau sering disebut dengan ban berjalan adalah suatu alat bantu sederhana yang bisa memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Aplikasi penggunaan alat ini dapat ditemukan dengan mudah, misalnya saja pada tempat makan sushi, pintu masuk gedung, pada saat check in di bandara, dan sebagainya.

Biasanya, alat ini didesain mendatar dan panjang. Namun, tentunya tiap industri berbeda. Conveyor belt yang digunakan pada bandara atau logistik tentunya memiliki sistem yang kompleks dengan berbagai sensor agar tidak ada kesalahan pemindahan barang.

Sedangkan, conveyor belt yang digunakan pada aktivitas ringan sehari-hari, misalnya pada restoran sushi atau pintu masuk gedung tentunya berbeda. Alat yang digunakan lebih sederhana dan tidak panjang.

BACA JUGA: Conveyor Belt: Prinsip Kerja dan Komponennya

Cara Kerja

Komponen penyusun conveyor belt terdiri dari:

  • Belt (sabuk), yaitu bagian lembaran panjang yang dapat memuat benda di atasnya,
  • Head pulley drum yaitu bagian katrol yang bekerja dengan cara menggerakkan drum,
  • Tail pulley drum, bagian katrol yang diam,
  • Electric motor untuk menggerakan alat conveyor belt,

Prinsip kerja dari conveyor belt yaitu alat akan bergerak ketika motor penggerak yang berada pada pulley penggerak berjalan dengan kecepatan dan arah yang sama. Singkatnya, head pulley drum akan bergerak dan memindahkan belt, sedangkan bagian tail pulley drum akan diam di tempat.

Alat ini tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk bidang datar saja, namun juga pada bidang tegak atau miring. Misalnya, pada industri pengolahan pangan kemasan.

Fungsi Conveyor Belt

conveyor belt airport bandara

Seperti yang sudah disebutkan, fungsi utama dari alat ini adalah untuk memudahkan perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lain. Fungsi utamanya ini dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan produktivitas produksi dan efisiensi waktu,
  • Mengurangi risiko kecelakaan kerja pada saat membawa barang–barang yang berat,
  • Dapat memindahkan berbagai bentuk maupun berat barang dengan biaya yang murah,
  • Mencegah barang untuk tercecer dan berjatuhan dengan cara memasang dinding pengaman pada sisi kiri kanannya,
  • Meminimalisir kerusakan barang,
  • Perawatan yang tidak terlalu ribet karena belt conveyor memiliki daya tahan pemakaian yang lama, dan
  • Dapat digunakan pada bidang datar, tegak, maupun miring dengan rute yang berbelok-belok.

Cara Merawat

Meskipun alat ini memiliki umur pemakaian yang panjang, tentu saja perawatannya tetap perlu dilakukan. Jika alat ini mengalami kerusakan sedikit saja, maka dapat menghambat keseluruhan proses. Hal ini karena penggunaan alat ini sangat penting untuk perpindahan barang di industri.

Untuk merawat alat ini pun caranya cukup mudah. Anda hanya perlu melakukan perawatan dan perbaikan dengan rutin. Periksa apakah katrol dapat bekerja dengan baik, apakah belt dapat berjalan dengan lancar, apakah oli yang digunakan untuk menjalankan katrol juga masih ada sehingga tidak menyebabkan keausan mesin.

Selain itu, Anda juga dapat memberikan pelatihan pada para karyawan jika ada masalah yang terjadi pada alat. Sehingga, para karyawan tersebut jadi dapat mengetahui tindakan apa yang harus mereka lakukan jika ada kesalahan dan meminimalisir risiko masalah menjadi lebih besar.

BACA JUGA: Yuk Kenalan Dengan Chain Conveyor untuk Kebutuhan Industri!

Jenis dan Contoh Aplikasi Conveyor Belt

conveyor belt

Conveyor belt memiliki berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan material dan kegunaan. Beberapa jenis dari conveyor belt, yaitu:

  • Belt padat/ solid belt, untuk penggunaan umum dan dibuat dari berbagai macam bahan karet, seperti nilon, poliester, neoprene, atau nitril. Bahan ini dapat disesuaikan dengan industrinya. Misalnya, pada industri pangan, maka perlu menggunakan bahan yang food grade.
  • Filter belt, dapat digunakan untuk menyaring bahan-bahan atau komponen yang tidak dibutuhkan lalu dibuang,
  • Woven metal belt, jenis ini menggunakan bahan logam yang berbentuk anyaman. Tujuannya adalah sebagai mesin untuk mengeringkan, mendinginkan, atau memanaskan produk pada industri tertentu.
  • Hinged belt atau belt berengsel, dan
  • Plastic interlocking belt.

Pemilihan penggunaan jenis belt ini perlu memperhatikan jenis industri, tingkat gesekan, volume bahan, dan material bahan yang akan diangkut.

Selain itu, alat ini banyak digunakan pada berbagai macam industri, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bandara
  • Conveyor belt sushi
  • Industri tambang
  • Industri pangan
  • Industri manufaktur
  • Keamanan gedung

DISTRIBUTOR JUAL CONVEYOR BELT

Bagi Anda yang sedang mencari Conveyor Belt dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing untuk segala keperluan, Anda bisa mendapatkannya di PT. Sarana Teknik Indonesia

Perusahaan ini sudah berdiri cukup lama yaitu sejak 1998 dan merupakan distributor transmisi tenaga mekanik dan produk motor listrik. Selain conveyor belt, ada juga beberapa produk yang ditawarkan seperti, Baldor Motor Dodge Coupling, Continental Conveyor Belt Martin, enner Belt Coupling Pulley, Dodge Bearing Falk Coupling, Bando Belt, Continental Conveyor Belt Martin, Siemens Motor, Motovario Worm Gear, dan masih banyak lagi.


%d bloggers like this: