Indonetwork.co.id (Bandung) – Pedas serta renyah, merupakan cita rasa nan kental khas camilan asal kota Bandung. Disajikan dengan irisan potongan tipis, berbalut desain kemasan yang sedikit nyentrik, panganan ringan ini rasanya bakal memberikan pengalaman menarik.

Terinspirasi dari jajanan kripik pedas yang dijual oleh seorang nenek disekitar tempat tinggalnya, pemuda asli Bandung bernama Reza Nurhilman memberanikan diri untuk memulai usaha dengan ide keripik pedas.

Baca juga: Butuh Jasa Pelatihan dan Konsultasi GSC Solusinya

Didirikan pada tahun 2010, keripik Maicih milik Reza awalnya hanya memproduksi sekitar 50 bungkus perharinya. Dengan promosi melalui mulut ke mulut dan sosial media seperti twitter, perlahan namun pasti Reza Nurhilman berhasil memperkenalkan keripik singkong dengan menonjolkan rasa pedas kepada masyarakat luas, khususnya bagi kalangan muda.

Sukses mempromosikan di media sosial, keripik Maicih miliknya itu semakin viral. Bahkan, permintaan konsumen pun kian hari terus mengalami peningkatan.

Selain cita rasa khasnya yang pedas, salah satu ketertarikan konsumen terhadap Keripik maicih adalah adanya tingkat level kepedasan mulai dari level 3, 5, hingga 10.

Ya, semakin tinggi levelnya makin tinggi pula tingkat kepedasan keripik. Dengan penyajian dari cita rasa ini, membuat konsumen jadi penasaran dengan sensasi pedas di setiap levelnya.

Berani Berinovasi
Tidak hanya memproduksi camilan Keripik singkong, kini Reza mengembangkan varian Maicih menjadi lebih beragam. Pria satu ini juga mulai memperkenalkan panganan ringan lainnya seperti Basreng, Gurilem, Keripik Udang Pedas Manis, Makaroni dan Seblak.

Harga yang ditawarkan camilan tersebut pun relatif terjangkau. Menurut Reza, perbungkusnya dibanderol mulai dari Rp8.500-Rp18.000. Dengan pengemasan yang higienis, menarik dan modern menjadikan Maicih dapat bersaing dengan makanan-makanan ringan lainnya.

Baca juga: Mojopahit Tawarkan Submersible Pump Berkualitas dan Terjangka

Menariknya, pangan ringan ini tak hanya dikonsumsi masyarakat Indonesia. Lewat strategi pemasarannya, kini kripik singkong dan beberapa produk lain Maicih juga telah menembus pasar internasional.

Tak heran jika Anda berkunjung ke beberapa negara tetangga, pastinya akan menemukan pangan ringan tersebut dijual digerai mini market.

Manfaatkan Media Online
Reza mengatakan, untuk mendapatkan produk Maicih sangatlah mudah, pihaknya sudah mendistribusikan di sejumlah gerai ritel maupun agensi di seluruh Indonesia. Maicih sendiri juga memasarkan produknya secara online melalui website maicih.co.id.

Dengan cara ini, konsumen dapat melihat varian makanan ringan yang tersedia, dapat pula membeli produk tersebut melalui website yang dilengkapi dengan fitur confirm payment dan track order. Terobosan ini tentunya memudahkan konsumen untuk berbelanja secara online.

Perlu Anda ketahui bahwa, selain dikenal unik dan menarik, salah satu faktor kesuksesan Reza memasarkan kripik pedas Maicih adalah dengan memanjakan konsumen melalui sajian level kepedasan.

Sisi kesuksesan lainnya yaitu strategi pemasaran yang sejak awal mempromosikan produknya dengan cara memanfaatkan media online. Alhasil, produk Maicih dapat mudah dikenal lebih luas dan cepat oleh masyarakat Indonesia, tidak terbatas hanya di wilayah kota Bandung saja.

Vinny Alawiyah