Jakarta –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah mulai merealisasikan penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor korporasi pada pekan ini. Namun, belum dirinci berapa besar dana yang sudah terealisasi dari pagu yang disiapkan sebesar Rp53,57 triliun.

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan penyaluran dana PEN ke sektor korporasi ini berbentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) ke beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

“Untuk realisasi PEN korporasi ini, saya dalam minggu terakhir ini sudah menandatangani beberapa PMN korporasi, sehingga nanti akan tercatat cukup besar,” kata Ani saat konferensi pers virtual hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) periode Kuartal III 2020, Selasa (27/10).

Untuk diketahui, selama ini realisasi penyaluran dana PEN ke sektor korporasi masih minim sejak beberapa bulan program ini digagas. Sementara dana PEN berupa insentif dunia usaha sudah mengalir sejak beberapa waktu lalu. Realisasinya mencapai Rp29,6 triliun atau 24,6 persen dari pagu Rp120,6 triliun.

Di luar PMN BUMN dalam program PEN, bendahara negara mengatakan pemerintah sudah mengalirkan PMN secara berkala ke berbagai perusahaan pelat merah pada tahun ini. Pertama, PMN sebesar Rp1,75 triliun untuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) pada Agustus 2020.

Kedua, PMN Rp5 triliun untuk Lembaga Pengembangan Institusi dan Inovasi (LPII) pada Agustus 2020. Ketiga, PMN Rp700 miliar kepada PT Geo Dipa Energi pada 15 Oktober 2020.

Keempat, injeksi untuk PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebesar Rp1 triliun pada Juli 2020. Kelima, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN mendapat Rp5 triliun pada akhir Juli.

Keenam, PT Hutama Karya (Persero) Tbk mendapat PMN Rp3,5 triliun pada 29 Juli 2020. “Berbagai injeksi ini sudah mengalir ke sektor riil ke Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk ruas tol di Sumatera dan PNM untuk UMKM Mekaar,” katanya.

Sisanya, PMN ke PLN digunakan untuk peningkatan listrik desa. PMN ke SMF untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk membantu rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sedangkan suntikan ke Geo Dipa untuk pengembangan panas bumi di proyek Dieng 2 yang diperkirakan akan memberikan leverage dari pinjaman yang didapat dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).

Untuk tahun depan, pemerintah akan memberikan suntikan negara ke beberapa BUMN lagi. Rencananya, dana yang diberikan mencapai Rp35,18 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

PMN akan diberikan ke PLN, Hutama Karya, Perumnas, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, dan PT Bio Farma (Persero). Lalu, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Pelindo III (Persero).

“Itu sedang dalam proses,” tandasnya.