Indonetwork.co.id (Padang) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Workshop Penyiapan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif untuk Akses Fasilitas Permodalan Non Perbankan.

Kali ini, Bekraf membekali 150 pelaku ekonomi Kota Padang dalam pelatihan penyusunan proposal dan cara presentasi (pitching), untuk mengakses pembiayaan non perbankan.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengungkapkan, permodalan menjadi salah satu kendala pelaku ekonomi kreatif membangun maupun mengembangkan usaha.

Baca juga: Bekraf Ajak Perbankan Berikan Skema Permodalan Bisnis Fashion Muslim

“Buat pelaku usaha yang bersifat intangible yang kebanyakan belum bankable, tapi sudah visible. Biasanya perbankan belum bisa mendukung pembiayaan saat awal usaha, pembiayaan non perbankan jadi solusi alternatif yang bisa diakses oleh pelaku ekonomi kreatif,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Endre Saifoel memberikan sambutan terkait digelarnya workshop di kota Padang. Begitu pula Kadis Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Zirma Yusri yang diagendakan menginformasikan peran pemerintah dalam fasilitasi dan  pengembangan usaha kreatif di Sumatera Barat.

Bekraf memberikan pengetahuan pembiayaan non perbankan, termasuk investor yang bisa diakses oleh pelaku ekonomi kreatif. Pelaku ekonomi kreatif membutuhkan persiapan untuk bisa mendapatkan pendanaan dari investor atau sumber permodalan non perbankan lainnya yang sesuai bisnis mereka. Sehingga workshop ini dilengkapi dengan pelatihan penyusunan proposal dan cara pitching.

Selama satu hari, Bekraf menghadirkan pula Direktur PT Sarana Sumbar Ventura, Jefrinson untuk memberikan materi peran investor terhadap kesiapan akses permodalan pelaku ekonomi kreatif.

Baca juga: 9 Negara Bakal Adu Inovasi dan Teknologi di M&E Indonesia 2018

Pada kesempatan tersebut, Jefrinson menjelaskan hal-hal yang perlu disampaikan pada proposal maupun pitching pengajuan pembiayaan kepada sumber pembiayaan non perbankan.

Bekraf berharap, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif ini dapat memperbesar peluang mereka mendapatkan akses permodalan non perbankan, termasuk peluang dalam menarik minat investor untuk berinvestasi.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah juga menyampaikan peran dan agenda Bekraf untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Kasubdit Modal Ventura Bekraf, Sidik Prabowo menutup acara ini.