Indonetwork.co.id (Purwodadi) – Bantu pelaku usaha jadi lebih mandiri, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan pelatihan penyusunan proposal dan presentasi untuk para pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) serta pengusaha rintisan (startup) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dalam hal ini, Bekraf melakukan Workshop Penyiapan Pelaku Usaha Ekraf untuk Akses Fasilitas Permodalan Non Perbankan di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi.

Baca juga: Wow, Investasi Jerman di Manufaktur Indonesia Tembus USD79 Juta

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menyampaikan, tujuan acara ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang akses permodalan serta peluang mendapatkan permodalan non perbankan sebagai alternatif pembiayaan.

“Dengan fasilitas Bekraf, para pelaku ekraf dan pengusaha startup di Kabupaten Grobogan dapat berlatih membuat proposal yang sesuai dengan kebutuhan permodalan mereka,” terang Fadjar.

Melalui cara ini kata Fadjar, pelaku usaha dapat mempresentasikan keunggulan bidang usahanya di hadapan investor maupun lembaga non perbankan lainnya.

“Dengan demikian, kemandirian yang dibenamkan kepada pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor. Sehingga, penyerapan tenaga kerja di bidang ekraf dapat terus tumbuh dan berkembang,” paparnya.

Baca juga: Kemenperin Kembangkan Sentra IKM di Lintau Buo Sumatera Barat

“Bekraf mendorong pelaku ekraf dan startup untuk terus berkontribusi pada PDB perekonomian nasional dengan menggelar beragam kegiatan. Salah satunya peningkatan kapasitas pelaku ekraf melalui workshop ini,” kata Fadjar Hutomo tentang tujuan akhir pelatihan ini.

Hadirkan Perbankan Sebagai Pembicara
Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto menyampaikan, peran sektor ekraf dalam pembangunan ekonomi saat membuka acara ini.

Baca juga: Sepanjang Kuartal Satu 2018, Industri Manufaktur Capai Rp62 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Grobogan menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Grobogan terhadap penyelenggaraan kegiatan seperti ini.

Beliau juga menyampaikan bahwa, informasi potensi ekraf di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini yang dikenal sebagai daerah agrowisata.

Bekraf menghadirkan dua pembicara dari sektor non perbankan, yaitu Direktur Utama Amanah Mikro Muamalat Indonesia, Andi Buchari, yang mengajarkan penyusunan proposal dan cara mempresentasikannya supaya pelaku usaha ekraf berhasil mendapatkan akses permodalan non perbankan.

Pembicara kedua adalah Direktur Pine Pacific Capital, Mirza Pahlevi yang menjelaskan peran investor terhadap kesiapan akses permodalan pelaku ekraf dan startup.

Dedy Mulyadi