Indonetwork.co.id (Jakarta)Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah merumuskan sistem pendidikan vokasi yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia sebelum diajukan secara resmi ke pemerintah.

“Agar pelaksanaannya optimal, kami akan menyusun pendidikan vokasi versi Kadin. Kami berharap, agar program ini bisa berdampak besar pada sistem pendidikan, sistem kenagakerjaan dan perekonomian nasional,” ungkap Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kadin.

Baca juga: Kadin Indonesia Bantu Eksplorasi Kawasan Wisata Potensial di Indonesia

Senada dengan Rosan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J. Supit mengatakan, Kadin akan mempersiapkan konsep pengembangan pendidikan vokasi atau pemagangan sistem ganda di Indonesia.

Seperti diketahui, sistem ganda tersebut memiliki arti terdiri dari unsur pendidikan dan industri.  Program ini dinilai dapat mengurangi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

“Kami harapkan agar angkatan tenaga kerja yang ada siap bekerja sesuai dengan yang dibutuhkan industri. Kami akan mendorong pendidikan vokasi ini bisa diterapkan,” ungkap Anton.

Menurutnya, program pendidikan vokasi akan berhasil apabila didukung oleh para pelaku industri, kalangan pendidikan dan yang tak kalah penting adalah pilar lainnya, yakni pemerintah melalui kementerian sektoral.

Penguasaan Keahlian
Perlu diketahui bahwa, pengertian vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Program vokasi Industri ini bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan kinerja sektor industri dalam negeri.

Lebih jauh Anton menjelaskan, saat ini perlu ada perubahan mindset bahwa vokasi tidak hanya mengurus pemagangan, tetapi pendidikan dan pelatihan secara total dari SMP sampai ke SMK.

“Perlu adanya perubahan kurikulum 30% teori dan 70% praktik, turun langsung ke industri untuk meningkatkan kompetensi,” tegas Anton.

Sementara Koordinator Program IHK (Kadin) Trier Jerman, Andreas Gosche menilai muatan praktik dalam pendidikan vokasi yang selama ini berlangsung di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia pada umumnya masih minim, jika diadopsi pada keseluruhan masa pendidikan vokasi.

“Muatan praktiknya masih minim, selain itu materi pendidikan vokasi belum sinkron dengan harapan dunia usaha dan industri. Kurikulum yang ada seharusnya diselaraskan dengan kebutuhan industri,” ungkap Andreas.

Pengembangan pendidikan vokasi merupakan program kemitraan antara Kadin Indonesia dan Kadin Jerman. Kadin Jerman menyediakan pelatihan bagi para pelatih vokasi di perusahaan-perusahaan Indonesia. Dalam sistem ini, siswa kejuruan tak hanya mendapat pendidikan di sekolah, melainkan juga melalui pemagangan di perusahaan.

Penerapan pendidikan vokasi di Jerman dinilai berhasil menekan angka pengangguran yang per Juni 2017 hanya mencapi 6,7%. Berdasarkan data IHK, saat ini sepanjang tahun 2017 secara keseluruhan terdapat sekitar 1,4 juta pemagang. Selain itu, sekitar 438.000 dari 2,1 juta perusahaan tercatat telah menawarkan tempat pemagangan.

Dedy Mulyadi