Indonetwork.co.id (Jakarta) – Untuk pengembangan usaha, pinjaman ini mungkin bisa jadi solusi tepat. Ya, Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah satu dari sekian jenis pilihan pinjaman yang sangat membantu bagi pelaku usaha.

Kelebihannya, tidak hanya dapat diajukan oleh karyawan yang memiliki gaji, bagi pelaku usaha (wiraswasta) pun bisa memanfaatkan pinjaman tanpa jaminan ini.

Baca juga: Agar Produktif Kemenperin Beri Kemudahan Pembiayaan IKM

Hanya saja dari sudut pandang tertentu, karyawan lebih mudah untuk menerima pinjaman KTA dibanding wiraswasta. Berikut ini uraian singkatnya.

Pernyataan itu memang bisa dibenarkan, KTA merupakan produk pinjaman tanpa jaminan, maka status karyawan dan gaji itulah yang dijadikan jaminan bagi bank untuk menilai kemampuan kredit seseorang untuk membayar cicilan.

Karena itu, keuntungan KTA Payroll, yaitu kredit tanpa agunan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pendapatan atau gaji yang ditransfer melalui bank yang diajukan.

Perlu diingat, KTA juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Namun, ada sedikit yang membedakan pengajuan produk kredit konsumen ini bagi karyawan dan wiraswasta? Beda bank, beda pula syarat dan ketentuan.

Biasanya untuk pelaku usaha, KTA yang ditawarkan oleh pihak bank semacam Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit jenis ini merupakan program yang bekerjasama dengan Pemerintah.

Seperti Bank BTPN misalnya, perbankan satu ini dikenal sebagai bank devisa yang fokus melayani dan memberdayakan segmen masyarakat berpendapatan rendah.

Kelebihannya bank satu ini tidak mensyaratkan agunan bagi calon nasabahnya. Selain itu, angsuran pokok dan bunga kredit ini bersifat tetap hingga angsuran terakhir.

Modal Kerja Dan Investasi
Pinjaman tersebut ditujukan untuk para pedagang atau pengusaha yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pinjaman ini dapat digunakan sebagai modal kerja dan investasi untuk pengembangan usaha.

Keunggulannya, Bank BTPN memberikan kesempatan kepada semua nasabah penerima kredit ini untuk mendapatkan pelatihan keuangan dan mengelola usaha. Pelatihan yang bertujuan untuk membantu debitur ini dikenal dengan program Daya.

Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh calon peminjam adalah unit usaha debitur masih berjalan dan telah berjalan selama minimal 6 bulan.

Syarat lain yaitu bukan merupakan jenis usaha yang ilegal atau jenis usaha yang dilarang. Usia pengaju pinjaman minimum 21 tahun, warga negara Indonesia dan memiliki riwayat pinjaman yang baik.

Dokumen apa saja yang perlu dilengkapi oleh calon peminjam? Dokumen yang wajib dipenuhi bagi nasabah perorangan adalah aplikasi permohonan kredit dan pembukaan rekening, dokumen identitas (KTP dan KTP pasangan), Kartu Keluarga, NPWP, dan Surat ijin atau keterangan usaha (dari Kelurahan atau Kementerian).

Jika sudah berbadan hukum, pengusaha itu wajib menyertakan dokumen seperti TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Dari dokumen-dokumen tersebut, seorang wiraswasta dapat diketahui tentang pendapatan dan masa kerjanya.

Dedy Mulyadi