Sudah menjadi kebiasaan umum bahwa setiap pengusaha baru merancang konsep bisnisnya dengan kerangka rencana bisnis (business plan). Bahkan, topik ini sudah menjadi bagian kurikulum wajib di bangku perkuliahan, tidak peduli apapun jurusannya.

Sayangnya, masih banyak yang belum paham mengenai elemen yang harus di perhatikan dalam kerangka bisnis supaya meluncur dengan mulus.

merancang kerangka rencana bisnis - cara menentukan bidang bisnis

Baca juga: Cara menentukan bidang bisnis yang ingin di geluti

Jadi daripada memilih untuk sekedar coba-coba, ada baiknya untuk Anda merancang kerangka rencana bisnis yang terukur sehingga usaha Anda nantinya mampu memenangkan hati investor. Berikut adalah poin-poinnya.

Kerangka bisnis harus terlihat profesional dan punya tata bahasa yang baku

Kerangka bisnis adalah cara pertama investor dan pemberi dana usaha melihat kinerja Anda. Buatlah kesan serapi mungkin sehingga mereka dapat di yakinkan. Penjabaran rencana Anda harus di uraikan secara rapi, profesional dan menggunakan kaidah bahasa yang di sempurnakan.

Terorganisir dan mudah di mengerti

Rancanglah kerangka tersebut supaya dapat di pahami semudah mungkin dengan cara mengorganisirnya secara teratur dalam satu cerita yang berkelanjutan.

Salah satu cara untuk melihat apakah kerangka bisnis Anda mudah untuk di cerna, ialah dengan menyerahkannya kepada orang yang di kenal sehingga Anda punya masukan sebelum menyerahkannya ke tangan investor.

Memperlihatkan teknik penyelesaian masalah secara unik

Tidak semua masalah di dunia nyata bisa di selesaikan dengan produk solusi bernilai komersial. Jika Anda tidak bisa menjabarkan masalah sebenarnya dan solusi yang unik, maka bisnis malah menjadi hampa.

Galilah keunggulan nilai bisnis Anda (value proposition) secara terus menerus sampai Anda benar-benar yakin akan di dukung oleh investor.

Mengikutsertakan analisis pasar dan strategi pemasaran

Analisis pasar yang di buat harus menunjukkan bahwa Anda memang benar-benar paham soal pangsa pasar yang ingin di raup secara realistis. Strategi pemasaran Anda harus menunjukkan cara-cara hemat untuk menampilkan keunggulan di depan calon konsumen pada saat bersaing dengan bisnis lainnya.

Memiliki tujuan dan titik peristiwa (Goals and Milestone)

Catat apa yang menjadi tujuan Anda ke depannya, sehingga investor paham bagaimana perusahaan akan terbentuk di masa mendatang. Gunakan perkiraan titik waktu peristiwa yang Anda butuhkan untuk mencapai tiap tahapan menuju tujuan tersebut. Tulis dengan bahasa persuasif untuk mengundang simpati investor.

Bersikap realistis terhadap keberadaan pesaing

Tidak ada bisnis yang tidak ada pesaingnya. Jika Anda mengklaim “bahwa bisnis kami tidak punya kompetitor”, maka investor yang sudah terbiasa makan asam garam dalam dunia bisnis akan meragukan sikap realistis Anda.

Semua bidang bisnis tentu memiliki pesaing dan tugas Anda adalah mencatat siapa saja pesaing tersebut termasuk yang menurut Anda mustahil untuk di kalahkan. Bidang bisnis yang tidak ada pesaingnya sama saja artinya dengan bisnis yang tidak punya konsumen.

Persiapkan ringkasan eksekutif yang menarik

Sebelum investor membaca keseluruhan halaman kerangka bisnis, awalnya mereka akan memperhatikan ringkasan eksekutif yang berada di awal halaman. Buatlah contoh kasus yang ringkas namun mengena, tanpa harus membuat bahasa yang bombastis.

Adanya perkiraan anggaran yang realistis

Secara umum investor yang sudah berpengalaman dan punya jam terbang tinggi akan dengan mudah mendeteksi setiap perkiraan anggaran yang tidak akurat dan terkesan asal.

Jadi sebelum melakukan penganggaran, cari tahu secara detail mengenai biaya-biaya dan margin keuntungan yang mungkin Anda dapatkan dalam angka yang presisi. Jangan di bulat-bulatkan.