Indonetwork.co.id (Port Moresby) – Selain membahas kesepakatan dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.

Pemerintah melalui perwakilan Menteri Perdagangan RI, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, menyambut baik berbagai inisiatif APEC dan menekankan pentingnya unsur inklusivitas dalam pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Indonesia Sambut Inisiatif APEC Soal Inklusivitas di Era Digital

Tahun 2020 akan menjadi momen penting bagi APEC. Berangkat dari kesepakatan 26 tahun lalu di Bogor, prioritas besar APEC adalah mengurangi berbagai hambatan perdagangan dan investasi.

Fase pertama untuk ekonomi maju telah dilewati di tahun 2010. Dua tahun dari sekarang, capaian di ekonomi berkembang harus dapat melengkapi keberhasilan APEC untuk menciptakan perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas di Asia Pasifik.

Untuk itu, para Menteri Perdagangan APEC mendorong penyelesaian review capaian Bogor Goals untuk dilaporkan kepada para Pemimpin Ekonomi APEC di pertemuan akhir tahun ini.

Baca juga: Cheers Pelopor Air Minum Alkaline Pertama Di Indonesia

“Capaian APEC selama ini juga akan menjadi dasar penetapan visi APEC pasca-2020 yang dimotori oleh perwakilan 21 ekonomi APEC yang tergabung dalam APEC Vision Group,” ungkap Iman Pambagyo.

Integrasi ekonomi regional juga terus didorong oleh para Menteri Perdagangan APEC. Salah satu topik yang terus bergulir saat ini adalah rencana realisasi Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP).

Baca juga: Indonetwork Dukung Program Kemendag, Promosikan Produk Kreatif UMKM

APEC sebagai inkubator bagi FTAAP tengah mengakselerasi program kerja di beberapa area, seperti tarif, hambatan nontarif, surat keterangan asal, jasa, investasi, perdagangan digital, dan UMKM.

FTAAP berambisi mewujudkan kerja sama yang komprehensif dan berkualitas tinggi juga mendorong berbagai inisiatif peningkatan kapasitas di APEC, khususnya bagi ekonomi berkembang.

APEC berkomitmen melanjutkan pula pekerjaan yang merupakan implementasi beberapa kesepakatan yang menjadi panduan kerja, seperti konektivitas melalui APEC Connectivity Blueprint for 2015-2025, partisipasi ekonomi APEC dalam rantai nilai global, dan peningkatan daya saing sektor jasa melalui APEC Services Competitiveness Roadmap for 2016-2025.

“Keterhubungan rantai pasok dan pembangunan infrastruktur yang didorong di APEC tentu saja sangat sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia saat ini. Para Menteri Perdagangan juga sepakat mendorong partisipasi ekonomi APEC, khususnya ekonomi berkembang, dalam rantai nilai global. Semua itu akan berkontribusi terhadap kuatnya daya saing ekonomi kawasan Asia Pasifik,” pungkas Iman.

Dedy Mulyadi