Meski tergolong mudah, sampai saat ini masih sedikit sekali yang mengetahui cara budidaya semut Jepang. Padahal, hanya dalam hitungan beberapa bulan saja,  sudah dapat di panen. Hasilnya bisa kita konsumsi sendiri atau di jual kembali dengan keuntungan lumayan besar.

Semut Jepang menjadi kebutuhan banyak orang, karena memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan. Hewan berukuran kecil dan berwarna hitam ini di yakini mampu mencegah, serta menanggulangi beragam jenis penyakit seperti diabetes, asam urat, kencing manis dan sebagainya.

1. Menyiapkan wadah dan media

Semut Jepang termasuk kategori hewan yang dapat bertahan hidup di kondisi apa saja, terutama pada suhu udara tidak terlalu panas dan cenderung lembab.

Media atau wadah terbaik untuk budidaya semut Jepang ini biasanya berupa kotak kecil atau toples berbahan kaca.

Toples atau kotak plastik sebenarnya bisa Anda manfaatkan pula, namun sering menimbulkan bau tidak sedap pada ruangan. Wadah plastik ini tentu tidak kami sarankan, Karena cukup sulit untuk di bersihkan. Demikian pula dengan kotak berbahan kayu, daya tahannya tidak lama dan berharga mahal.

budidaya semut jepang - toples-kaca

Sumber: Langitberlian.blogspot.com

Hal tersebut sedikit banyak, memberi pengaruh besar terhadap modal yang harus kita keluarkan. Lebih dari itu, kayu sangat mudah di tumbuhi jamur jika berada pada tempat lembab.

Semut Jepang tidak akan mampu berkembangbiak meski sudah masuk ke dalam toples atau kotak kaca. Mereka butuh media untuk bersarang, kawin serta bertelur. Tapi jangan khawatir, medianya pun sangat sederhana, yaitu berupa kapas bersih dan kering.

Jangan lupa, toples atau kotak harus di beri lubang-lubang kecil pada tutupnya agar tetap mendapatkan sirkulasi dan pasokan oksigen yang cukup dari luar. Lubang harus di buat sekecil mungkin, agar semut tidak mudah keluar dari sarang.

Baca juga: Teknik dan tips budidaya buah naga

Tutup atas dapat pula di buat memakai kain kassa sebanyak 2 atau 3 lembar sehingga tidak perlu membuat lubangnya. Ikat kain itu pada toples menggunakan karet gelang. Untuk kapasnya sendiri usahakan tidak padat, biar udara atau oksigen bisa menembus sarang. Selain itu Semut Jepang juga lebih suka bertelur pada media yang berongga.

Jadi sebaiknya pilih saja kapas murah (bukan pembersih muka). Apabila memang tetap ingin menggunakan kapas pembersih muka, pisahkan terlebih dahulu tiap lembarannya. Satu hal lagi, kapas harus steril dan tidak memiliki kandungan kimia.

Jangan terlalu penuh saat memasukkan kapas ke dalam wadah, sisakan beberapa sentimeter di bagian atas, untuk menyimpan udara dan meletakan pakan.

2. Penempatan kandang

Seperti telah di jelaskan sebelumnya, Semut Jepang adalah binatang yang senang hidup di tempat gelap, kering dan sedikit lembab. Oleh karena itu, kandangnya harus berada di tempat kurang cahaya. Untuk pemula, kandang tersebut bisa Anda tempatkan di bawah meja, atau kolong tempat tidur. Yang terpenting adalah jangan sampai terkena sinar matahari.

Baca juga: Prinsip dasar budidaya ikan hias air tawar terampuh

Untuk peternak skala besar, dengan jumlah kandang mencapai puluhan atau ratusan bisa membuat rak untuk meletakkan wadah. Berilah tutup berupa kain, supaya tidak ada cahaya yang masuk ke dalam kandang.

Cahaya terlalu terang, akan membuat semut Jepang terus bergerak aktif untuk menemukan lokasi yang lebih gelap.

Hal itu akan membuat mereka tidak punya waktu untuk bertelur dan berkembang biak, yang pada akhirnya hasil panen kurang optimal. Selain itu, cahaya terang membuat semut Jepang kepanasan, lalu sakit dan mati.

Masalah lain yang harus selalu di perhatikan, lokasi untuk budidaya semut Jepang harus bebas dari hewan pengganggu seperti cicak, ulat, cacing, kecoa dan serangga kecil lainnya.

Sedangkan kadar suhu, tidak boleh lebih dari 30 derajat celcius.

3. Menyiapkan indukan

Semut Jepang merupakan jenis hewan yang hidup secara berkoloni atau berkelompok. Berbeda dengan semut jenis lain, serangga ini tidak memiliki ratu, semut prajurit dan semut pekerja.

Mereka cenderung berkembangbiak dan bertelur sendiri-sendiri setelah melalui proses perkawinan.

Dalam setiap toples atau kotak kaca berukuran 20 x 10 x 7 cm, dapat Anda masukkan indukan sebanyak kurang lebih 30 ekor. Indukan yang sehat memiliki bentuk tubuh yang gemuk dan keras, ukuran tubuh antara 2 hingga 3 mm, serta tidak lunak. Badan berwarna hitam gelap, mirip dengan kutu beras.

indukan semut jepang

Jika masih coklat, hal ini menandakan bahwa semut Jepang tersebut masih berusia kecil, sehingga butuh waktu lebih lama untuk berkembangbiak dan bertelur.

Selain itu, semut Jepang dengan kualitas baik, pasti mempunyai sayap. Bagian terluar sayap bentuknya keras serta berfungsi sebagai alat pelindung. Jumlah kakinya ada 3 pasang, kemudian pada bagian kepala terdapat 2 antena kecil di sebelah kiri dan kanan.

4. Pemberian pakan

Hingga sekarang, belum di temukan pakan yang cocok untuk budidaya semut Jepang kecuali ragi tape. Pakan jenis ini dapat Anda beli di berbagai pasar tradisional dengan harga terjangkau, sekitar 6 sampai 10 ribu rupiah per bungkus.

Dalam setiap bungkus atau kemasan, biasanya ada 10 butir ragi tape dengan ukuran diameter 2 cm dan tebal sekitar setengah cm. Ragi tape merupakan bahan yang biasanya, di manfaatkan dalam proses fermentasi pembuatan tape dan tempe. Berwarna putih, bentuknya bundar padat, namun tidak keras.

ragi tape

Sumber: Cara.pro

Setiap butir, dapat kita pakai untuk memberi makan semut Jepang hingga 100 ekor dan habis dalam waktu sekitar 2 hingga 3 hari.

Semut Jepang merupakan hewan yang tergolong rakus. Jadi Anda tidak boleh terlambat, agar serangga ini terbebas dari rasa lapar. Jika merasa lapar, mereka justru kehilangan hasrat untuk kawin, karena akan bergerak terus untuk mencari pakan.

Pakan dapat di berikan kapan saja tanpa ada batasan waktu, pagi, siang atau sore serta malam hari. Alangkah baik memberikannya secara langsung dalam bentuk butiran, di atas tumpukan kapas.

Semut akan datang dengan sendirinya, secara berombongan. Bahkan ada sebagian yang menggigitnya lalu di bawa ke dalam sarang (rongga-rongga kapas). Sebelum memberi pakan, sebaiknya gunakan sarung tangan karet atau plastik dan penutup hidung sebab tape ragi punya aroma sedikit menyengat. Jika tercium, malah menimbulkan bersin-bersin.

Perlu Anda pahami, semut Jepang mulai memerlukan asupan lebih saat sudah berubah menjadi larva dari bentuk sebelumnya (telur). Jadi apabila sudah menghasilkan telur, pemberian pakan harus kita berikan dalam intensitas besar. Seperti indukannya, larva juga bisa mendatangi pakannya sendiri.

5. Fase perkembangbiakan dan pertumbuhan

Setelah proses sebelumnya selesai, tahap perkembangbiakan sudah mulai berjalan. Pada fase pertama, indukan akan menjalani masa perkawinan. Setelah itu, telur-telur di hasilkan dalam bentuk kecil dengan ukuran tidak lebih dari seperempat milimeter dan berwarna putih kekuningan.

Sekitar 10 hari berikutnya, telur akan berubah jadi larva berwarna kuning kecoklatan dengan ukuran tubuh sekitar 1 sampai 2 mm. Larva berbentuk seperti ulat ini, akan membesar hingga mencapai 3 mm sampai ½ cm.

cara budidaya semut jepang - larva

Sumber: Semutjepang-asli.com

Antara 1 minggu hingga 10 hari kemudian, tubuh larva akan mengkerut dan menjadi gemuk. Bentuknya agak lonjong dan lancip pada bagian ekor. Sedangkan bagian atas (kepala), menyatu dengan tubuh.

Setelah menunggu sekitar 8 hari, larva akan mengalami perubahan bentuk lagi menjadi anakan. Pada fase perubahan dari larva hingga anakan, terjadi perubahan lain di tubuhnya, yaitu berupa pergantian kulit. Dimana kulit lama akan terlepas dari tubuh, lalu di ganti oleh pertumbuhan kulit baru.

Secara keseluruhan, fase pertumbuhan serta perkembangbiakan budidaya semut hitam butuh waktu kurang lebih selama 1 bulan. Baik yang kecil, dewasa, telur dan larva semuanya dapat hidup berdampingan secara bersama-sama.

Mereka tidak perlu di bagi ke dalam wadah berbeda. Meski berukuran kecil, wadah (sarang) semut bisa menampung hingga ratusan ekor. Barulah setelah jumlahnya semakin banyak (sekitar 4 hingga 500 ekor), semut Jepang boleh di pisah.

6. Pemindahan dan membersihkan kandang

Teknik pemindahan di lakukan demi membersihkan setiap kotoran pada sarang. Tumpukan kapas kita pisah menjadi 2 bagian, lalu bagian lain di tempatkan ke tempat baru. Setelah itu, baik wadah lama atau yang baru berilah lagi tumpukan kapas.

Baca juga: Tips budidaya kroto menggunakan pipa paralon

Dalam hal ini, kami sarankan untuk membersihkan wadah lama sekaligus. Umumnya, kotoran berupa feses hewan serta sisa pakan yang tidak habis di konsumsi (mengendap pada bagian paling bawah atau dasar toples).

Di butuhkan metode tersendiri untuk memisahkan dan memindahkan sarang semut Jepang dan tumpukan kapas:

  • Pertama, sediakan saringan (boleh saringan santan kelapa). Letakan tumpukan kapas di atasnya, lalu goyang-goyangkan sampai semua kotoran terbuang.
  • Khusus wadah yang lama, harus ikut di bersihkan dengan lap basah dan kering. Jemurlah dulu jika pembersihannya memakai lap basah. Pemisahan dan pembersihan sebaiknya di lakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali.
  • Saat melakukan pemisahan, pemindahan dan pembersihan (penyaringan) selalu perhatikan dengan cermat kotorannya. Tidak jarang ada telur kecil, ikut terbuang dan tersaring. Gunakan kertas tipis nan kuat untuk memisahkan telur dari kotoran.
  • Jenis perawatan lain yang tidak boleh Anda lupakan adalah ketika ada semut mati, harus segera di singkirkan. Jangan sampai hal itu malah mengundang serangga kecil lain yang suka makan bangkai, masuk ke dalam sarang.

7. Panen dan cara mengkonsumsi semut jepang

Sesuai dengan siklus pertumbuhan dan perkembangbiakannya, hasil panen budidaya semut Jepang sudah bisa di ambil setelah 1 bulan. Namun kami anjurkan jangan langsung di lakukan.

Tujuannya agar semut Jepang bertambah lebih banyak, sehingga hasil penjualannya juga bisa lebih tinggi. Peternak tidak perlu takut, karena hanya dalam hitungan sekitar 3 hingga 4 bulan saja, jumlah yang di kembangbiakkan dapat bertambah mencapai 4 sampai 6 kali lipat dari keadaan semula.

Setiap indukan dapat mengeluarkan beberapa puluh butir sekaligus dan setelahnya, mampu bertelur lagi dalam waktu cukup singkat.

Metode panennya, pindahkan lalu sortir populasi semut ke dalam toples atau wadah bersih lain.

Setelah itu, Anda dapat menjualnya melalui pengepul atau pembeli langsung. Wadah jualnya juga harus kita bubuhi kapas lengkap dengan tutup kain kassa agar serangga bisa bertahan hidup dan tak mudah mati.

Selain menjadi peluang usaha maupun ladang bisnis, hasil panen budidaya semut Jepang juga dapat di konsumsi sendiri untuk keperluan kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Tetapi sebelum itu, ada beberapa langkah yang harus Anda perhatikan.

Semut Jepang baru dapat di konsumsi, setelah di rendam dengan air panas hingga mati. Bertujuan supaya butiran debu atau serbuk ragi tape yang menempel pada tubuh hilang sampai bersih.

Serbuk tape ragi ini tidak aman bagi tubuh manusia. Bahkan yang lebih fatal lagi, bisa mengakibatkan keracunan. Sisa-sisa ragi juga sering menimbulkan rasa getir pada mulut.

Jika merasa geli, boleh di masukan dalam kapsul lebih dulu (dapat kita beli di apotek). Setelah mengkonsumsi, minumlah air putih yang banyak agar semut Jepang bisa segera larut serta terserap oleh tubuh.

Harga jual semut Jepang memang sangat murah, hanya sekitar 500 sampai 1000 rupiah saja per ekor. Akan tetapi jika panen mencapai angka ribuan, di pastikan hasil budidaya semut Jepang ini akan menghasilkan laba yang menguntungkan.

Apalagi, perkembangbiakan hewan ini sangat cepat, serta memiliki resiko kerugian rendah.