Indonetwork.co.id (Malang) – Selain sukses menjadi provinsi penggerak koperasi dan penumbuhkan kewirausahaan. Jawa Timur (Jatim) akan dijadikan pula sebagai pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Bank Indonesia (BI) menetapkan Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi proyek percontohan penerapan ekonomi syariah di Indonesia. Jatim dinilai memenuhi persyaratan untuk menjadi percontohan implementasi ekonomi syariah, di antaranya kuatnya kultur pesantren di tengah masyarakat provinsi paling timur di Pulau Jawa itu.

Baca juga: Hingga 2017 Jumlah Koperasi Dan UMKM di Surabaya Tumbuh Pesat

Menurut Kepala Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi, Jatim ditunjuk BI sebagai tuan rumah Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF).

Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Sebab, kata Dudi, Jatim memiliki potensi luar biasa dibandingkan daerah lain. Disebutkan seperti potensi ekonomi Jatim merupakan terbesar kedua setelah DKI Jakarta.

Selain itu, kata dia, lembaga keuangan syariah di Jatim tumbuh pesat. Itu karena penduduk Jatim mayoritas Islam. Indikator lainnya, kata dia, di Jatim ada sekitar 6.003 Ponpes yang santrinya hampir 1 juta.

Oleh karena itu, lanjut Dudi, Jatim berhak ditunjuk menjadi pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. “Dan ISEF akan digelar di Jatim,” tandasnya.

Dalam mengakselerasi perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) akan menggelar event akbar bertema Syariah di Surabaya, mulai 7-11 Nopember 2017.

Perwakilan BI di Jatim Siapkan Kompetisi

Untuk menyemarakkan ISEF itu, kata Dudi, beberapa perwakilan BI di Jatim, seperti Malang menggelar lima kompetisi. Kelima kompetisi itu disebutkan seperti loma dai kecil, enterpreneur muda syariah, kesenian daerah islami. Lalu, lomba duta ekonomi syariah dan lomba kaligrafi.

“Para pemenang itu nanti akan ditampilkan di acara ISEF. Tapi, untuk duta ekonomi syariah lombanya justru saat ISEF itu digelar,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Dwi Pranoto mengatakan, BI memiliki visi mengembangkan Jatim sebagai region ekonomi syariah terbesar di Indonesia.

“Sedangkan misi BI sendiri, yakni menggerakkan perekonomian Jatim berbasis ekonomi syariah,” ujar Dwi ketika bertemu Gubernur Jatim di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya.

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan, pondok-pondok pesantren akan digalang untuk menyukseskan Jatim sebagai pilot project ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, menurut Soekarwo, bank pemerintah, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM, juga akan didorong menjadi bank syariah yang inklusif.

Dedy Mulyadi