Indonetwork.co.id (Bekasi) – Istilah From Zero to Hero mungkin tepat buat pelaku usaha satu ini. Pasalnya, untuk bisa mencapai seperti saat ini, butuh perjuangan yang luar biasa.

Menurut cerita sang pemilik, membesarkan unit bisnisnya itu dilakukan dari Nol. Modalnya hanya keyakinan. Karena menanamkan sikap optimis, jujur dan pantang menyerah, buah kegigihan itu membawanya menjadi salah satu supplier fire safety terbaik di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Bisnis Online Kian Bergairah, Digital Agency Bakal Jadi Tren di Tahun 2018

“Saya terjun mendalami bidang bisnis ini sejak tahun 2000 silam. Saya hanya bermodalkan tekad dan kemauan. Sebagai perantau, saya harus bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,” ungkap Agustinus, pemilik PT WITA KHARISMA JAYA BERSAMA.

“Awalnya, kami bertiga merintis ini. Seiring waktu berjalan, akhirnya kami hanya tinggal berdua bersama Ibu Dewi membesarkan usaha sebagai penyedia alat-alat keselamatan,” ucap Agustinus.

Untuk bisa mempertahankan bisnisnya itu, pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini tak pernah berhenti untuk belajar, apalagi menjadi seorang marketing handal yang bisa memasarkan produk fire safety.

“Sebelum seperti saat ini, saya pernah bekerja sebagai OB (office boy), ijazah saya hanya SMA. Meski begitu, saya tak kecil hati untuk bisa meyakini diri menjadi pengusaha,” papar Agus sapaannya.

agustinus-indonetwork-dok2

Selusuri Gedung Perkantoran Pasarkan Alat Keselamatan
Menurut ceritanya, untuk memasarkan produknya itu Agus harus berjalan menyusuri gedung-gedung perkantoran dikawasan Sudirman-Thamrin, hanya untuk menyebarkan brosur dan kartu namanya.

Dengan berjalan kaki, dirinya menembus hampir semua gedung perkantoran di berbagai wilayah di Jakarta. Kegigihan dan kesabaran itu secara perlahan membuahkan hasil.

Memasuki tahun 2004, Agus berani memposisikan dirinya sebagai pemasar produk fire safety equipment. Bahkan di tahun 2006, dirinya sempat menyandang sebagai Manager Marketing diperusahaan tempatnya bekerja.

Hanya saja kata Agus, gelarnya sebagai Manager Marketing cuma sebentar. “Ingat sekali waktu itu, tanggal 2 Agustus saya diangkat, besok sorenya 3 Agustus saya di PHK,” terangnya tersenyum.

Selama tujuh tahun Agus menjalaninya sebagai marketing, hingga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri bersama dua rekannya dengan pilihan bidang yang sama.

“Dari database yang saya miliki, saya memberanikan diri menjadi supplier. Bersyukur, mereka mendukung kami. Sejak saat itu, perusahaan yang kami bangun direkomendasikan ke berbagai developer besar di Jakarta dan Indonesia,” tegas Agus.

Lewat jaringan bisnisnya itu, Agus mulai menawarkan berbagai produk fire safety seperti box hydrant, mobil pemadam, tabung pemadam, oblique valve, dan kebutuhan pemadam lainnya.

“Kantor dan workshop ini kami bangun sejak tahun 2006. Bersyukur, kami bisa berjalan secara perlahan dan mulai saat itu, kami mendapatkan kepercayaan dari berbagai perusahaan,” paparnya.

Hanya saja, ketika perusahaan tersebut mulai dikenal dan mendapatkan banyak proyek. Dirinya dan Ibu Dewi harus menjalani bisnis ini berdua sampai dengan sekarang.

Siasati Strategi Online dan Offline Marketing
“Tadinya kami bertiga, karena adanya sedikit perbedaan, kami memutuskan untuk menjalankannya berdua dan masing-masing personal memiliki jobdesk yang berbeda,” urai Agus.

“Jika Ibu Dewi fokus memasarkan secara online dan berada dibelakang layar, saya justru berusaha memasarkan produk ini dilapangan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, memang sejak awal dirinya sudah menggunakan media online sebagai media promosi.

Untuk bisa membangun dan bertahan hingga sekarang, kami selalu menjaga komitmen dan kepercayaan. Bersyukur, perusahaan ini telah berdiri 11 tahun dan telah direkomendasikan menjadi penyedia dihampir semua developer besar di Indonesia.

“Apalagi seperti sekarang ini, ketika mengenal media online seperti Indonetwork. Tidak dipungkiri bahwa, teknologi internet telah membantu usaha kami ini jadi lebih dikenal,” kata Agus.

Dengan demikian, strategi yang dilakukan tidak hanya memasarkan secara online, dirinya juga masih menerapkan kanvasing sebagai metode konvensional memasarkan produk peralatan safety.

“Jika kedua cara itu diterapkan dengan baik, secara otomatis produk ini akan jauh lebih mudah dipasarkan. Kalau ingin maksimal, keduanya harus fokus dan seimbang,”  pungkas Agus.

Terapkan Kejujuran dan Kebaikan
Terpenting, untuk bisa seperti ini, dirinya menerap kejujuran dalam hal berbisnis. Artinya, ketika ada permintaan, Agus berusaha menjelaskan dengan jujur detail produknya secara rinci.

“Kami ingin, bisnis ini berjalan panjang, katakan berkualitas jika memang berkualitas, katakan tidak jika produk ini memang tidak berkualitas,” imbuhnya.

Lewat kedekatan secara personal, Agustinus kerap mendapatkan banyak kepercayaan terkait soal penyediaan barang milik para pengembang.

Bukan hanya itu, kami juga mengutamakan kualitas produk, pelayanan dan berusaha memenuhi ketepatan waktu yang dinginkan. Menerapkan pula kebaikan.

“Untuk satu jenis barang, saya sempat mendapatkan order dengan nilai sekitar Rp2 miliar. Bersyukur, dalam beberapa tahun terakhir, omzet tahunan kami capai target,” jelasnya.

“Saya selalu menjaga nama baik perusahaan. Tidak hanya menyuguhkan produk berkualitas, tapi juga mengedepankan sistem yang profesional. Merintis bidang usaha ini tidaklah mudah, karenanya harus kami jaga dengan baik,” kupas Agus.

Dedy Mulyadi