Indonetwork.co.id (Jakarta) – Perkembangan industri kereta api di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. World Economic Forum mencatat bahwa, daya saing infrastruktur transportasi Indonesia terdongkrak 10 peringkat sejak 2015, yaitu dari 62 ke 52.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa, peningkatan ini dipengaruhi oleh pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur transportasi seperti terminal bus, pelabuhan laut dan penyeberangan, bandara, hingga fasilitas perkeretaapian.

Baca juga: RailwayTech Siap Tarik Investasi Asing di Industri Kereta Api Indonesia

Sepanjang 2017, pemerintah telah membangun jalur kereta api sepanjang 388,3 kilometer, merehabilitasi terminal bus di 30 lokasi, pembangunan pelabuhan laut di 104 lokasi dan tujuh bandara baru.

Di samping kereta api, kendaraan niaga juga mendapat respon positif dari pemerintah untuk segera dibenahi dikarenakan meningkatnya kebutuhan kendaraan komersial yang mencapai angka lebih dari 80 ribu dan ditafsir akan mengalami peningkatan lagi sebesar 5,4% tahun ini.

Hal itu terlihat dari meningkatnya perkembangan moda Bus Rapid Transit (BRT) yang ditargetkan pemerintah akan melayani di 34 provinsi dengan 3.000 moda transportasi bus. Tidak hanya penambahan sarana, prasarana di dalam bus pun ditingkatkan dengan makin banyaknya bis untuk penyandang disabilitas.

Untuk itu, GEM Indonesia bersama ASKARINDO (Asosisasi Karoseri Indonesia) menyelenggarakan pameran Bus & Truck Indonesia 2018 (IIBT) guna mempertemukan pelaku bisnis Bus, Truk, Logistik dan Infrastruktur agar dapat memberikan informasi terkait perkembangan secara inovasi maupun teknologi dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Pameran ini merupakan pameran dagang berskala internasional yang berfokus pada industri, teknologi, inovasi, sistem dan jasa komersial pelayanan,” ungkap Direktur PT Global Expo Management (GEM Indonesia), Baki Lee.

Bakal Hadirkan Bus klasik 
Menurutnya, GEM Indonesia menargetkan akan mendatangkan 1.100 peserta dari 25 negara dengan jumlah pengunjung lebih dari 35.000.

Mengembalikan nostalgia masyarakat terhadap bis-bis yang mewarnai transportasi Indonesia, untuk kesekian kalinya GEM Indonesia bersama Haltebus.com bekerjasama menghadirkan Bus klasik  dari berbagai daerah di Indonesia dan pernah jadi bagian sejarah pada tahun 1960-an hingga 1990-an.

Baca juga: Indonetwork Kembali Gelar Workshop Digital Marketing di Jakarta

Pameran ini dapat dijadikan sarana edukasi untuk masyarakat terhadap sejarah transportas di Indonesia, sehingga dapat menambah kecintaan  masyarakat dengan transportasi umum.

Acara ini akan digelar bersamaan pada tanggal 22-24 Maret 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

Tidak kalah penting, di tahun 2019, GEM Indonesia akan mengembangkan sayap bekerja sama dengan Bus World Kortrijk untuk mengadakan Busworld SouthEast Asia 2019 yang akan menjadi trend mode baru dalam dunia transportasi di Indonesia khususnya Bis.

Penandatangan kerjasama ini telah dilakukan dan dimulai sejak pertengahan tahun 2017 silam. “Dengan adanya Busworld SouthEast Asia 2019, diharapkan makin banyaknya inovasi hybrid and all-electric bus yang akan diterapkan pemerintah Indonesia demi kemajuan moda transportasi darat,” papar Baki Lee.

Dedy Mulyadi