Indonetwork.co.id (Jakarta) – Perdana Menteri Laos, Thongloun Sisoulith diagendakan hadir pada pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32. PM Thongloun akan memimpin Delegasi Laos yang berjumlah 37 orang, terdiri atas menteri-menteri dan pelaku usaha.

“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan resmi Menteri Luar Negeri Laos ke Indonesia pada 26-28 Juli 2017 lalu,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda, di Jakarta (2/10).

Baca juga: Dongkrak Industri Kereta Api, GEM Siap Gelar RailwayTech Indonesia 2018

PM Thongloun dijadwalkan mengunjungi lokasi pameran TEI di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, pada 11 Oktober 2017.

Saat berada di TEI, delegasi Laos diagendakan bertemu dengan perwakilan dari PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Pertamina, perusahaan sawit, dan industri strategis lainnya.

Delegasi Laos berharap dapat menjalin peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia.

Selain berkunjung ke TEI, PM Thongloun juga akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan menghadiri business forum Indonesia-Laos.

Potensi Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Laos
Di tahun 2016, total perdagangan Indonesia dengan Laos tercatat sebesar USD10 juta, yang terdiri atas ekspor sebesar USD5,87 juta dan impor sebesar USD4,19 juta. Indonesia menikmati surplus perdagangan sebesar USD1,67 juta.

Ekspor Indonesia ke Laos adalah kendaraan dan suku cadang, barang modal, alat-alat mesin, obat-obatan dan elektronik. Sedangkan impor Indonesia dari Laos berupa produk pertanian, obat herbal, dan kerajinan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Laos telah menjajaki beberapa peluang kerja sama perdagangan. Pada kegiatan Trade and Tourism 2017 tanggal 22-24 September 2017 lalu di Vientiane, Laos, KBRI Vientiane memfasilitasi pertemuan PT Pindad dengan Kementerian Pertahanan Laos dan Kepolisian Laos.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertahanan Laos menyampaikan minatnya untuk membeli senjata produksi PT Pindad.

Selain itu, pada kunjungan Menlu RI ke Laos pada Januari 2016 lalu, Indonesia menawarkan pesawat N219 Light Air Craft berkapasitas 19 orang buatan PT Dirgantara Indonesia.

Dedy Mulyadi